Levi Strauss Sang Penemu Blue Jeans

Celana “jeans” atau jins dikatakan sebagai salah satu pakaian paling bagus di dunia. Celana bahan denim ini sesuai untuk semua keadaan seperti semiformal serta casual.

Dibalik ketenaran dari brand ini, ada tokoh yang bernama Levi Strauss. Bersama dengan kawannya Jacob W Davis, ia sukses bikin celana yang digandrungi beberapa orang sampai saat ini.

Meskipun celana bahan denim sudah exist sebelum penemuan “blue jeans”, tapi bisa terbuktikan dengan paku keling, celana itu jadi kuat serta tahan lama.

Levi Strauss

Awal Kehidupan Levi Strauss

Lahir bernama asli Loeb Strauss di Buttenheim, Jerman, di 26 Februari 1829. Ayahnya benama Hirsh Strauss serta ibunya, Rebecca Haas Strauss. Dari Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya No 1 2021 pernikahan itu, Hirsh serta Rebecca mempunyai dua anak, antara lainnya Levi.

Sementara, Hirsh punyai lima anak dari pernikahan pertama kalinya dengan Mathilde Baumann Strauss yang mati di 1822

Tinggal di Bavaria, keluarga Strauss mengenyam diskriminasi lantaran mereka merupakan Yahudi. Mereka juga harus bayar pajak privat lantaran iman yang mereka percayai.

Di saat berumur 16 tahun, Levi kehilangan ayahnya yang menanggung derita tuberkulosis. 2 tahun berlalu, ia dan ibunya beserta kedua saudara wanitanya memutuskan untuk berangkat ke Amerika Serikat.

Keluarga itu pada akhirnya dapat bergabung kembali dengan 2 kakak lelakinya, Jonas serta Louis, di New York City.

Di situ, Jonas serta Louis membangun usaha barang kering yang memiliki nama “J Strauss Brother&Co” dan dia bekerja untuk kakak-kakaknya.

Di 1850, Loeb Strauss mengganti nama depannya jadi Levi serta jadi penduduk negara AS di 1853.

Di 1849, nampaklah California Gold Rush adalah migrasi massa paling besar dalam peristiwa AS yang bawa 300.000 orang masuk ke California.

Kabar terkait kehadiran emas sudah menebar serta masyarakat dari beberapa tempat di Amerika berbarengan cari suaka di negara sisi itu.

Begitu halnya Strauss yang memutuskan buat berpindah ke San Francisco di awalnya 1953.

Upayanya fokus di pemasaran busana, selimut, sisir, dompet, sapu tangan, serta kain, yang diterima dari kakaknya di New York.

Usahanya tumbuh subur maka dari itu ia menjadi tokoh tersohor di kota. Strauss menyangga kegiatan budaya di San Francisco serta menyuport komune Yahudi.

Ia menolong membangun sinagog (tempat ibadah orang yahudi) pertama, Emanu-El, di kota itu. Ia pula mendonasikan uang ke sejumlah kesibukan amal, termaksud permodalan privat anak yatim piatu.

Perubahan peradaban manusia tidak dapat terpisahkan oleh buah pikiran menakjubkan dari beberapa orang di penjuru dunia. Mereka berani mimpi perihal-perihal yang dirasa tidak mungkin untuk direalisasikan, tapi kelanjutannnya mereka dapat bawa hal demikian jadi realita serta jadi sebuah penemuan.

Hasrat, niat, serta kegeniusan mereka bikin kehidupan peradaban manusia semakin lebih simpel. Buah pikiran banyak brilian itu punya maksud untuk membuat lebih mudah rutinitas beberapa orang melalui sebuah penemuan.

Kelahiran “Blue Jeans”

Satu diantaranya konsumen setia, Jacob W Davis, orang penjahit di Nevada, mengharap kontribusinya.

Davis sampai kini membeli kain dari Strauss untuk berusaha meningkatkan formula pribadi yang dapat membuat celana tahan lama.

Lewat surat, Davis menyingkap kalau bahan duck serta denim bisa membuat produk celana memiliki kualitas.

Biar celana semakin kuat, paku keling tembaga dipasangkan di kantong serta susunan luar celana yang akan membuat celana  menjadi kuat serta tidak mudah sobek.

Davis mau mempermanenkan ide pikiran cerdas itu lantaran ia takut orang lain dapat merampas buah pikiran itu.

Tapi, ia tidak mempunyai uang yang cukup untuk mengajukan permintaan paten yang kurang lebih sekitar 68 dollar AS.

Ia mengharap Strauss untuk jadi partner usahanya serta untuk membagi ongkos produksi padanya.

Strauss sepakat serta di 20 Mei 1873, Paten AS No. 139121 dikasihkan atas nama Jacob W. Davis serta Levi Strauss and Company. Di tanggal itu diperingati jadi hari kelahiran blue jeans.