Tokoh Dunia Nicolaus Copernicus

Tokoh Dunia Nicolaus Copernicus Yang Jenius

Tokoh Dunia Nicolaus Copernicus – Menurut lebih dari satu acuan, IQ manusia cerdik tersedia di kisaran 200. Manusia yang punya IQ setinggi ini pun sangat langka, yang lebih langka kembali yang punya IQ lebih dari 200.

Memberitakannya Business Insider, Nicolaus Copernicus jadi tidak benar satu orang terpintar di dalam sejarah. Copernicus adalah seorang pakar matematika dan astronom asal Polandia yang sukses menemukan figur heliosentrisme alam semesta, di mana bukan bumi yang jadi sentra tata surya, namun sang surya.

Copernicus diperkirakan mempunyai nilai IQ berkisar pada 160 – 200. Bukunya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium pernah dilarang oleh Gereja setelah ia meninggal terhadap 1543. Buku itu konsisten jadi daftar bahan bacaan terlarang sepanjang nyaris tiga abad sesudahnya dimana memang mulai banyak orang yang ingin bermain CAKRA BET di cakrabet online terbaik di Indonesia.

Tokoh Dunia Nicolaus Copernicus

Tokoh Dunia Nicolaus Copernicus

Nicolaus Copernicus mati tanpa pernah menyadari De revolutionibus, buku yang ditulisnya semenjak th. 1530-an itu, rampung dicetak. Semenjak permulaan Desember 1542, sakit yang dideritanya kian parah. Separo tubuhnya lumpuh imbas stroke.

Berdasarkan pernyataan murid dan sejawatnya sesama pegawai gereja, Tiedemann Giese, hasil cetak akhir De revolutionibus sebetulnya sampai ke tangan Copernicus terhadap hari kematiannya, 24 Mei 1543, ideal hari ini 475 th. lalu. Copernicus perhatikan buku perihal yang demikian. Namun, semenjak lebih dari satu hari sebelumnya, memori Copernicus sudah lumpuh.

Dalam karyanya yang termasyhur dan jadi acuan orang banyak, The Structure of Scientific Revolutions (1962), sejarawan sains Thomas Kuhn (1922-1996) mengupas secara khusus berkenaan apa yang disebutnya paradigm shifts, ialah kala suatu pandangan dunia yang dominan tergantikan oleh pandangan dunia lain.

Tokoh Dunia Nicolaus Copernicus

Dalam “On the Revolutions of the Celestial Spheres”, pakar astronomi Polandia, Nicolaus Copernicus menyodorkan sebuah rencana baru yang sukses mempengaruhi pandangan manusia berkenaan alam semesta. Salah satu karya paling bersejarah itu diukur radikal oleh banyak kalangan, karena beresiko keseimbangan ilmu manusia yang sepanjang ini dijaga oleh pihak Gereja.

Teori geosentris itu bertahan sepanjang berabad-abad di dalam ilmu ilmu manusia, sampai akibatnya para pakar astronomi dan ilmuwan Abad Pertengahan menjadikan inovasi-inovasi baru seputar prilaku planet, dan alam semesta. Masyarakat sangat yakin bersama pandangan dua tokoh besar itu, sehingga tak tersedia yang mengerjakan penelitian lebih lanjut untuk menggambarkan kebenarannya.

Sebelum Copernicus mengemukakan teorinya, orang-orang yakin bahwa Bumi yakni sentra alam semesta. Pandangan itu didasarkan terhadap asumsi seorang pakar astronomi dari Mesir bernama Ptolomeus, dan filsuf Yunani, Aristoteles mereka semua termasuk dari tokoh dunia yang memilik IQ tinggi. Penerapan teori geosentris menjadi memunculkan banyak persoalan, terlebih karena banyak perihal yang tak dapat diterangkan kebenarannya secara ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *